Kisah Perjalanan Manusia

Perjalanan manusia merentas masa bermula ketika Nabi Adam alaihissalam menjejakkan kakinya kali pertama di muka bumi pada hari Jumaat. Hakikat sebenar di mana bermulanya perjalanan yang panjang ini tiadalah pernyataan jelas mengenainya. Pendapat dari Ibnu Hatim menyatakan Nabi Adam turun ke bumi yang pertama kali dipijak adalah tanah yang bernama duhna. Tanah ini terletak di antara Mekah dan Thaif. Ibnu Umar dan Abu Hatim pula mengatakan bahawa Adam diturunkan di bukit Safa dan Hawa di Marwah. Al-Hasan berkata bahawa Nabi Adam mula turun ke bumi iaitu tempat yang berada di India, Hawa di Jeddah dan Iblis di Dustimyan, suatu tempat beberapa batu dari Basrah.

Baca entri selengkapnya »

Cinta

TENTANG AKU

Aku cuma manusia biasa yang ingin menuliskan  segala hal yang pernah aku alami dan akan aku alami selama aku di takdirkan Tuhan untuk hidup di dunia ini.


Perjamuan Jiwa

BANGUNLAH, Cintaku. Bangun! Kerana jiwaku mengalu-alumu dari dasar laut, dan menawarkan padamu sayap-sayap di atas gelombang yang mengamuk
Bangunlah, kerana sunyi telah menghentikan derap kaki kuda dan langkah para pejalan kaki.
Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki, sementara aku terbangun sendiri, rasa rindu membukakan kertas surat tidurku.

Baca entri selengkapnya »

Maafkan Aku TATI


MAAFKAN AKU YANG KEMARIN TATI…..

SUNGGUH AKU KHILAF DAN TIDAK TAHU

 

Hati Potensi Yang Harus Dijaga

Secara umum manusia memiliki 3 potensi penting.

Potensi pertama adalah potensi fisik, sehingga jika kita mampu mengelola fisik dengan baik, insya Allah kita akan menjadi manusia yang kuat dan produktif. Bahkan Islam sangat menganjurkan agar kita memiliki fisik yang sehat.Almu’minuni qowiyyu, mu’min yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mu’min yang lemah. Dalam catatan sejarah, sampai usia 6 tahun Nabi Muhammad Saw memiliki tubuh yang benar-benar atletis. Beliau memulai peperangan pada usia 53 tahun. Dan tentu saja, perang zaman dulu tidak perang seperti zaman sekarang. Ketika itu Rasulullah Saw memakai baju besi hingga dua lapis dan mengarungi padang pasir sejauh ratusan kilometer. Itu artinya fisik beliau sangat prima.

Baca entri selengkapnya »

Biografi Kahlil Gibran (1883-1931)

Dikirimkan oleh Rabetsa Kariono pada Sen, 27/02/2008 – 3:51pm.

Sumber : 10 Kisah Hidup Penulis Dunia

Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.

Baca entri selengkapnya »

Sebuah Puisi Si Kahlil Gibran


Aku adalah ombak

Aku dan pantai adalah sepasang kekasih

Angin menyatukan dan memisahkan kami

Aku datang dari atas temaram,

untuk menggabungkan perak buihku dengan emas pasirnya

Dan kusejukkan jiwanya yang membara dengan kelembabanku

Menjelang fajar kubacakan dalil cinta buat kekasihku,

dan ia mdekapku.
Di senja hari kunyanyikan doa kerinduan,

dan ia memelukku.

 

Rahasia Ombak ~ Kahlil Gibran

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,

Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Baca entri selengkapnya »

Munajat Cinta


Malam ini aku sendiri,Tak ada yang menemani,
seperti malam-malam yang sudah

Hati ini selalu sepi,tak ada yang menghiasi,
seperti cinta ini,yang s’lalu pupus

Tuhan kirimkanlah aku,kekasih yang baik hati,
yang mencintai aku, apa adanya

Mawar ini, semakin layu,tak ada yang memiliki,
seperti aku ini, semakin pupus

 

« Entri lama